Tujuan Versus Niat, Hasil, Tujuan dan Tanggung Jawab

Definisi kerja saya tentang suatu tujuan adalah ini: hasil yang diinginkan yang merupakan langkah menuju visi yang lebih besar, dan ke mana rencana tindakan dilampirkan. Orang sering bingung dengan perbedaan antara tujuan, niat, hasil dan bahkan tanggung jawab.

Suatu niat berbeda dari suatu tujuan karena itu lebih besar dan lebih luas dari suatu tujuan. Niat biasanya tidak spesifik dan dapat diukur dan mereka tidak selalu memiliki kerangka waktu atau tenggat waktu yang terkait dengannya. Sasaran selalu spesifik, dapat diukur, dan memiliki kerangka waktu atau tenggat waktu. Niat tidak konkret tentang cara tujuan; sebaliknya, niat adalah pikiran tentang pikiran-diri tentang siapa yang kita inginkan dan butuhkan.

Berikut beberapa contoh niat:

1. Saya berniat untuk menjadi sehat.

2. Sebagai pemilik bisnis, saya bermaksud melayani pelanggan saya dengan cara yang membuat mereka datang kembali.

3. Sekarang saya sudah pensiun, saya bermaksud untuk memberikan kembali kepada komunitas saya.

Biasanya Anda membuat niat sebelum Anda membuat gol. Dalam contoh di atas, setiap niat bertujuan pada hasil tertentu, tetapi tidak spesifik dan terukur, juga tidak memiliki kerangka waktu.

Gol versus Hasil

Tujuan dan hasil terkadang digunakan secara bergantian, dan seringkali membingungkan. Hasil adalah perubahan yang mungkin terjadi atau perubahan yang telah terjadi; itu adalah perubahan status atau kondisi sesuatu.

Hasil kata dan konsep hasil sangat digunakan dalam pendidikan, pelatihan, dan dunia medis. Sebagai contoh:

  • Hasil pembelajaran yang jelas diartikulasikan akan meningkatkan motivasi siswa.
  • Apa hasil yang diinginkan dari program pelatihan ini?
  • Hasil dari penelitian obesitas adalah bahwa dua pertiga dari peserta kehilangan sepuluh atau lebih berat badan.

Dalam masing-masing contoh di atas, hasilnya (s) mengacu pada perubahan yang akan terjadi atau perubahan yang telah terjadi. Hasil adalah hasil "gambar yang lebih besar" daripada sasaran. Tujuan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Mereka melangkah di jalan untuk mencapai hasil tertentu.

Berikut ini contoh perbedaan antara hasil dan sasaran:

Hasil: Saya ingin meningkatkan kekayaan bersih saya.

Mengorelasikan tujuan: Rancang anggaran keluarga sebelum 31 Desember dan terapkan sepenuhnya tahun depan.

Ada dua hasil dalam penetapan tujuan, hasil yang kita inginkan dan hasil yang kita dapatkan (apa yang sebenarnya terjadi). Terkadang dua hasil ini adalah satu dan sama. Dalam beberapa kasus, hasil akhir mungkin lebih baik daripada hasil yang diinginkan, dan terkadang kami tidak mencapai hasil yang kami inginkan.

Tujuan versus Tujuan

Orang sering menggunakan kata-kata tujuan dan sasaran secara bergantian. Namun, dalam kerangka penetapan tujuan, ada perbedaan penting antara tujuan dan sasaran. Dengan cara yang sama, niat dan hasil berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sasaran, sasaran berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sasaran. Tujuan dapat dianggap sebagai batu loncatan atau sub-tujuan.

Tujuan dari suatu tujuan adalah untuk membantu mencapai tujuan. Ketika datang ke proses penetapan tujuan, tujuan jangka lebih sering digunakan dalam dunia akademis dan dunia usaha daripada dalam bisnis kecil atau kehidupan sehari-hari.

Tujuan versus Tanggung Jawab

Jangan bingung tujuan dengan tanggung jawab. Webster's mendefinisikan tanggung jawab sebagai "beban kewajiban tertentu pada orang yang bertanggung jawab." Di duniaku, tujuan tidak dibiarkan menjadi beban. Tujuan bukanlah sesuatu yang kita atur atau capai dari kewajiban. Kami menetapkan tujuan karena kami benar-benar ingin mencapainya, bukan karena kami pikir kami harus melakukannya.

Tujuan bukan niat, hasil, sasaran atau tanggung jawab. Tujuan adalah sesuatu yang benar-benar kita inginkan; mereka adalah langkah menuju visi yang lebih besar, dan memiliki rencana aksi yang melekat pada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *